Sejarah KLJ

Written by rikixy' Site on Minggu, 13 September 2009

Pada dasarnya KLJ atau yang lebih sering di sebut dengan pinhole camera, adalah aplikasi dari sitem kerja kamera modern. prinsip tersebut berawal dari penemuan camera obscura(obscura dulu sering di gunakan oleh pelukis naturalis untuk mempermudah pencitraan gambar). teknologi ini di yatakan pertama kali pada abat 5 sm oleh moti dari cina ketika dia berhasil merekam sebuah imagi. camera = latin for room, obscura = latin for dark.(ruang gelap). dia menyebutkan arken room, a "collection pleace" or the "locked, treasure room". prinsip ini sebenarnya di kenal lebih dulu oleh aritoteles 4 sm. sementara gagasan fotografi moderen datang dari Fox Henry T (1800-1877) ketika mempergunakan kamera obscura untuk membantu pekerjaanya membuat gambar di danau Como Italy.

tentang KLJ

bisa di bilang KLJ adalah nenek moyangnya kamera, dan sejak lahirnya KLJ yang di temukan oleh ibnu al haitam, secara perkembangannya memang di dedikasikan untuk pendidikan fotografi, lebih tepatnya experimental, fun art dan science, apa itu KLJ ? jadi KLJ adalah sebuah ruangan gelap yang menggunakan media ruang gelap, lubang(titik lensa), dan kertas foto untuk proses perekaman gambar.

sitem kerja klj

sistem kerja klj sama dengan proses kerja kamera modern yaitu, objek memantulkan bayangan dan masuk melalui celah lensa dan di rekam oleh kertas(inilah yang di sebut dengan proses terjadinya imagi pada foto) dan inilah yang bisa kita bilang sitem kerja KLJ

media KLJ

sebenarnya untuk media sendiri sangat bebas tanpa batas tergantung dari kreasi kita, bisa dari box kayu, karton atau kaleng susu dan media yang lain dengan catatan memiliki ruang gelap dan tempat untuk kertas.

Posted under by | NO COMMENTS

Langkah-Langkah Sebelum Memotret

Written by rikixy' Site on

Sebelum malakukan sesi pemotretan ada baiknya temen2 sekalian mempersiapkan beberapa hal berikut:

Kamera yang dipergunakan adalah kamera digital kompak yang memiliki mode pengaturan parameter foto secara manual. Siapkan juga buku panduan penggunaan kamera digital anda.

ISO
ISO adalah tingkat kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. Pada kondisi pencahayaan yang terang seperti di siang hari yang terik, gunakan ISO 50-100. Sedangkan pada kondisi pencahayaan yang temaram seperti di dalam ruangan, gunakan ISO 200-400. Perhatikan, bahwa sumber cahaya selain cahaya matahari jam 12.00 dikategorikan cahaya temaram. Semakin tinggi ISO maka semakin tinggi noise yang dihasilkan, akibatnya hasil foto tampak berbintik-bintik.

Resolusi
Demi menghemat memori kamera, saran saya turunkan resolusinya. Jika kamera anda 10 Megapiksel dan anda tidak berniat untuk mencetak hasil foto ke ukuran 10R maka turunkan resolusi menjadi 2 Megapiksel saja. Itu sudah cukup tajam untuk dinikmati di layar komputer. Kualitas kompresi gambar pilih yang terbaik (Fine). Dengan demikian pada memori ukuran 256 MB cukup untuk menampung sekitar 150 foto. Tidak buruk.

White Balance
Mengatur White Balance bertujuan agar warna putih pada foto tetap putih. Hal ini disebabkan karena sumber pencahayaan umumnya memiliki temperatur warna yang berbeda. Cahaya matahari cenderung ke warna merah sementara lampu neon cenderung ke warna biru. Auto White Balance tidak selalu berfungsi optimal di setiap kondisi pemotretan, saran saya atur White Balance sesuai pencahayaan pemotretan.

Metering
Cara kamera menakar cahaya berbeda dengan mata kita. Kamera tidak bisa membedakan mana kondisi terang dan gelap karena kamera tidak memiliki jangkauan gelap-terang (Dynamic Range) seluas mata kita. Contohnya kita masih mampu melihat detail wajah manusia walaupun wajah manusia tersebut tertutup cahaya. Ada tiga pilihan metering yang biasa terdapat pada kamera:

Evaluative / Matrix : Gunakan metering ini apabila memfoto pemandangan. Metering ini adalah default metering kamera.
Center-Weighted : Gunakan metering ini apabila memfoto wajah manusia.
Spot : Metering ini akan menakar cahaya pada titik fokus.


Flash
Gunakan flash hanya pada kondisi pencahayaan yang gelap. Jika cahaya matahari berlimpah maka sebisa mungkin hindari flash. Namun flash juga dapat digunakan sebagai fill-in misalnya ketika memfoto wajah dimana wajah tersebut ditutupi oleh bayang-bayang. Flash juga dapat memperkuat warna menjadi lebih hidup.

Fokus
Walau LCD memboroskan baterai kamera namun dengan menggunakan LCD kita akan lebih mudah menentukan titik fokus. Pastikan bahwa titik fokus berada pada subyek foto. Pada kamera digital kompak, menggunakan Autofokus lebih mudah dibandingkan dengan fokus manual.

Posisi
Pegang kamera seerat mungkin, jangan sampai kamera goyang. Untuk itu tekan kamera ke arah badan. Usahakan pegang kamera dengan dua tangan. Usahakan pula siku jangan mengambang, tumpukan siku pada bidang yang kokoh agar tangan tidak mudah goyang. Pastikan juga anda berpijak bukan pada tempat yang labil. Jika diperlukan tahanlah napas ketika menekan tombol shutter. Namun yang terpenting anda tetap harus nyaman dengan posisi pemotretan.

Posted under by | NO COMMENTS

Tentang Saya

Written by rikixy' Site on Sabtu, 12 September 2009

Saya adalah manusia biasa yang mempunyai hobi yang biasa pula. saya hidup untuk keindahan, memngabadikan keindahan adalah harapan untuk masa depan dimana dimasa depan suatu momen akan sangat begitu berharga sesuai dengan nilai historisnya.
aku berinspirasi aku berbgai keindahan itu

Posted under by | NO COMMENTS

teknik dasar memotret dengan kamera dslr

Written by rikixy' Site on

Langka-langah sebelum memotret:

pertama kali pastikan kamera kamu sudah dalam kondisi "siap" untuk dipakai, cek baterai, cek memory, dll. memotret bisa kapan saja kita mau. kenapa kita ingin memotret? simpel saja, menurut saya, karena ada moment dan tentunya ada kamera dong. fotografi menurut saya banyak kategorinya, ada yang suka landscape (pemandangan), studio, wildlife, underwater, macro, dll.

untuk sekarang ini yang saya akan tuliskan, mungkin akan lebih mengarah ke landscape. kalau saya pribadi, saya biasa melakukan ritual pada kamera saya ini :

* mode av (aperture value) yaitu hanya merubah besarnya bukaan diafragma sehingga shutter speed sudah automatis di set oleh kamera tersebut. bukaan terbaik/ ketajaman terbaik ada di bukaan F/8.0 jika ingin DOF (depth of field) lebih panjang bisa memakai bukaan F/14 (saya tidak menyarankan jika memakai F/16 keatas, memang semuanya terlihat focus tetapi ketajaman sudah berkurang).
* iso 100 (semakin rendah semakin baik) jika cahaya kurang dan shutterspeednya kurang (saran saya shutterspeed lebih baik diatas 1/60 agar tidak shake) bisa dinaikan isonya.
* pastikan menggunakan lensa wide seperti 10-22mm, 18-55mm, 17-85mm.

setelah siap dengan kondisi diatas, ayo kita menuju tempat dimana yang baik untuk foto dan jangan lupa perhatikan :

* cahaya matahari datang, lebih baik memotret jangan mengarah matahari, membelakangi matahari itu lebih baik (karena kita membutuhkan cahaya matahari untuk pencahayaan). memotret lebih baik pada pagi dan sore hari, karena kalau siang hari, cahaya matahari terlalu tajam (biasanya langit putih dan tidak menarik).
* pilihlah background yang baik dan indah (pilihlah sesuka hati).
* carilah angle terbaik, bisa dikatakan ada low angle, mid angle, high angle. ketiga angle tersebut memberikan perbedaan hasil foto yang sangat berarti.

jangan pikir panjang lagi, ayo foto!!

Posted under by | NO COMMENTS

Teknik Foto Potret

Written by rikixy' Site on Jumat, 11 September 2009

Berikut ini beberapa tips dan saran untuk membuat foto potret yang baik.

*
Bagaimana cara membuat seseorang tersenyum di depan kamera?

Pastikan subyek yang Anda foto dalam kondisi atau mood yang baik untuk difoto. Misalnya Anda ingin membuat foto seorang anak kecil, maka pastikan bahwa ia tidak dalam kondisi lelah atau lapar. Juga pastikan subyek yang Anda foto tidak dalam kondisi lelah karena dapat membuat wajah dan matanya menjadi lebih tegang. Anda dapat memberikan sedikit waktu untuk beristirahat atau menikmati makanan ringan sebelum sesi pemotretan dimulai. Dengan memberi waktu jedah istirahat sambil menikmati cemilan, Anda akan membangun interaksi yang baik dengan subyek foto Anda. Bersikap ramah dan berbicaralah dengannya yang akan membantunya lebih rileks.

Namun jangan membuat situasi menjadi lucu hingga subyek tersebut tertawa terbahak-bahak. Karena hal ini dapat membuat matanya menjadi juling dan membuat aliran darah di wajah lebih banyak. Cobalah mengambil gambar dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Semakin banyak foto yang Anda buat, semakin banyak kesempatan memperoleh foto terbaik yang menampilkan karakter orang tersebut.
*
Bagaimana penanganan orang yang menggunakan kacamata?

Kacamata dapat menimbulkan pantulan cahaya dan membuat silau. Karena itu Anda dapat melihatnya dari viewfinder atau layar LCD kamera Anda, apakah ada pantulan cahaya yang mengganggu. Jika ternyata ada pantulan cahaya di kacamata subyek yang Anda foto, Anda dapat memintanya untuk menggerakkan kepalanya secara perlahan hingga pantulan cahaya tersebut hilang dari titik tengah matanya. Anda juga dapat memintanya sedikit menundukkan kepalanya, namun berhati-hatilah agar tidak terjadi lipatan pada dagunya jika terlalu menunduk.
*
Bagaimana dengan pakaian dan penampilan?

Jika Anda akan mengambil foto sekelompok orang, perhatikan juga warna pakaian. Gunakan warna yang enak dipandang. Atau Anda dapat juga meminta mereka menggunakan warna yang sama.

Jika Anda akan mengambil foto seseorang, warna pakaian juga perlu diperhatikan. Jika Anda ingin memfoto seseorang berbadan besar, maka sebaiknya ia menggunakan pakaian berwarna gelap. Sebaliknya jika subyek Anda berbadan kurus atau kecil, maka mintalah ia menggunakan pakaian berwarna terang.

Lalu pastikan pakaian tidak kusut saat difoto. Jika orang tersebut menggunakan dasi, perhatikan apakah dasinya sudah lurus dan rapi. Lalu pastikan rambutnya telah rapi. Mata Anda mungkin tidak mampu memperhatikan ada helai rambut yang keluar dan mengganggu, namun lensa kamera akan menangkapnya dengan jelas. Lalu jika Anda akan mengambil gambar seorang wanita, Anda dapat memperhatikan make up yang digunakan telah sesuai.
*
Apa yang perlu diperhatikan saat foto outdoor atau di luar ruangan?

Saat mengambil foto di luar ruangan, perhatikan situasi yang menjadi latar belakang foto tersebut. Pilihlah pohon, bunga, pagar kayu, atau tembok rumah sebagai latar belakang. Jangan mengambil foto dengan latar kegiatan yang sibuk seperti jalan raya, kabel listrik, atau daerah bisnis dan sibuk. Hal ini dapat mengurangi keindahan hasil foto Anda. Ingatlah subyek Anda dalam foto potret adalah orang yang akan Anda foto saja dan bukan latar belakangnya.
*
Apa yang perlu diperhatikan saat foto indoor atau di dalam ruangan?

Jika Anda mengambil foto di dalam ruangan, Anda bisa mempersilahkan subyek yang Anda foto untuk duduk di kursi atau sofa yang diletakkan di depan sebuah tembok berwarna cerah atau di dekat tanaman indoor

Anda juga dapat mengatur agar latar belakang foto tersebut menggambarkan pekerjaan dan kegiatan favorit dari subyek yang Anda foto. Misalnya Anda dapat meletakkan meja atau alat jahit sebagai latar belakang.
*
Lensa apa yang cocok untuk foto potret?

Anda dapat menggunakan lensa antara 105 sampai 150 mm untuk mengambil foto potret. Jika Anda tidak dapat mengganti atau mengatur lensa kamera Anda, misalnya kamera saku (pocket camera), Anda dapat mengatur jarak antara Anda dan subyek yang difoto. Cobalah mendekati atau menjauh dari subyek hingga Anda mendapatkan posisi foto yang paling tepat.
*
Bagaimana komposisi foto yang tepat?

Anda dapat menyisakan sedikit jarak dari subyek yang Anda foto ke sisi foto tersebut. Jarak ini berguna jika Anda akan membuat bingkai untuk foto tersebut sehingga tidak akan memotong bagian tubuh subyek yang Anda foto.

Lalu posisikan wajah atau mata dari subyek foto Anda pada area kira-kira sepertiga bagian atas atau samping atau bawah foto Anda. Dalam ilmu fotografi, teknik ini dikenal dengan nama rule of thirds. Anda juga dapat menjadikan mata dari subyek foto di bagian tengah foto Anda.
*
Bagaimana dengan posisi dan sikap dari subyek foto?

Pastikan subyek yang Anda foto dalam posisi rileks, baik saat berdiri, duduk, atau berbaring. Jika wajahnya terlalu bulat, mintalah subyek foto Anda untuk sedikit memutar kepala atau badannya sehingga hanya sebagian dari wajahnya terkena pencahayaan. Hal ini akan membuat wajahnya lebih ramping.

Perhatikan posisi tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki. Pastikan posisi tubuh dalam posisi alami atau natural. Cobalah agar subyek yang Anda foto memegang sesuatu atau melakukan pose yang alamiah. Jangan biarkan kedua tangan lurus ke bawah di samping tubuh. Hal ini sering dilakukan fotografer pemula namun akan membuat subyek terlihat kaku dalam foto.
*
Bagaimana cara mengambil gambar subyek pasangan?

Mintalah mereka untuk sedikit memiringkan kepala satu sama lain. Hal ini untuk menghindari kepala mereka sama tinggi. Cobalah menempatkan tinggi hidung salah satu orang pada ketinggian mata orang lainnya.
*
Bagaimana dengan pencahayaan?

Jika Anda mengambil foto di luar ruangan (outdoor), saat terbaik adalah pada sore hari, karena udara lebih tenang dan warna cahaya terlihat lebih hangat. Hindari cahaya matahari terlalu terik sehingga membuat mata dari subyek foto Anda menjadi sipit karena terlalu silau.

Jika matahari terlalu terik, posisikan agar matahari menyinari dari belakang subyek foto Anda. Memang hal ini akan menyebabkan wajahnya menjadi gelap karena menjadi bayangan matahari yang menyinari dari belakang. Anda dapat menggunakan flash atau blitz atau lampu kilat untuk menerangi daerah yang menjadi bayangan matahari. Anda juga dapat menggunakan reflector atau yang paling mudah menggunakan white board untuk memantulkan cahaya matahari ke bagian yang menjadi bayangan matahari.

Jika mengambil gambar di dalam ruangan (indoor), gunakan blitz untuk pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan memantulkan cahaya dari blitz kamera Anda sehingga lebih memperkuat pencahayaan.

Sekarang Anda sudah siap untuk mengambil foto sahabat, anggota keluarga atau pasangan Anda dengan hasil yang lebih baik bahkan bisa menyamai hasil dari fotografer profesional. Selamat memotret!

Posted under by | NO COMMENTS

Teknik Dasar Fotografi

Written by rikixy' Site on Senin, 31 Agustus 2009

Teknik-teknik fotografi dasar ada beberapa macam, teknik-teknik tersebut akan menghasilkan gambar yang berbeda dan memiliki keunikan sendiri-sendiri.

Teknik ini saya bagi aja menjadi 2 bagian, berdasarkan kecepatan rana, yaitu High Speed (kecepatan tinggi) dan Slow Speed (kecepatan rendah) biar lebih gampang....hehehehehe!

1. High Speed (Kecepatan Tinggi) -> speed 1/125 - 1/8000
Freezing -> teknik fotografi yang membekukan benda bergerak, misalnya memotret orang yang sedang melompat di udara, atau memotret pesawat yang sedang terbang. Kecepatan yang dipakai minimal adalah 1/125s dengan diafragma menyesuaikan keadaan cahaya di sekitar tempat memotret.
contoh foto:
http://inifotoku.com/galeri/foto/0000008500

2. Slow Speed (Kecepatan Rendah) -> speed bulb-1/60
ada beberapa macam teknik di dalam penggunaan kecepatan rendah:
a. Show Action -> secara teknis, kecepatan dari teknik ini adalah dibawah 1/60s dan diafragma di angka besar (bukaan kecil). Gambar yang dihasilkan nantinya adalah semua benda yang bergerak akan terlihat blur, sedangkan benda yang diam tak bergerak akan tetap jelas seperti apa adanya.
contoh foto:
http://inifotoku.com/galeri/foto/0000010799

b. Panning -> teknik ini adalah teknik dasar paling sulit, di mana si fotografer harus mengikuti objek yang bergerak dalam memotret. Gambar yang dihasilkan adalah kebalikan dari show action, di mana objek yang bergerak akan terlihat jelas sedangkan objek yang diam akan terlihat blur. Kecepatan yang dibutuhkan bervariasi tergantung kecepatan gerak objek yang difoto. Misal ingin memotret balap mobil F1 yang bergerak dengan kecepatan 100km/jam, akan membutuhkan kecepatan rana 1/250s. Jika ingin memotret becak yang melaju dengan kecepatan 15km/jam (misalnya), dibutuhkan kecepatan rana 1/30s atau mungkin 1/15s.
contoh foto:
http://farm1.static.flickr.com/6/8593342_f426aa90f7.jpg

c. Zooming -> teknik fotografi yang caranya adalah dengan memutar lensa (harus lensa zoom), baik itu zoom in maupun zoom out pada saat menekan shutter. Kecepatan yang dibutuhkan berkisar antara 1/10s-1/60s sesuai kebutuhan anda. Gambar yang dihasilkan adalah seperti dalam istilah film fiksi luar angkasa disebut dengan WARP (masuk ke dalam kecepatan cahaya, atau apa itu istilahnya, saya juga ga tau, hehehehe...) tips biar zoomingnya berhasil yaitu pake tripod...........
contoh foto:
http://digital-photography-school.com/wp-content/uploads/2007/07/zooming-1.jpg

d. Bulb -> pada dasarnya, ketika shutter ditekan, maka jendela rana akan membuka dan sensor/film akan merekam gambar.Teknik bulb adalah fotografi yang caranya dengan menekan shutter terus dengan timing waktu yang sudah ditentukan. Umumnya, teknik ini digunakan untuk memotret mobil bergerak di malam hari, sehingga yang dihasilkan hanyalah garis-garis lampu yang terbentuk dari mobil yang bergerak.

Posted under by | NO COMMENTS

Memahami Komposisi, teknik dasar fotografi

Written by rikixy' Site on Kamis, 27 Agustus 2009

Fotografi komposisi adalah susunan menyenangkan unsur pokok dalam wilayah thepicture. Kreatif fotografi terutama tergantung pada kemampuan fotografer untuk melihat sebagai melihat kamera karena foto tidak mereproduksi adegan cukup cara kita melihatnya. Kamera melihat dan catatan hanya sebagian kecil yang terisolasi adegan yang lebih besar, mengurangi itu hanya dua dimensi, bingkai itu, dan membeku itu. Tidak mendiskriminasi seperti yang kita lakukan. Ketika kita melihat sebuah adegan kita selektif hanya melihat unsur-unsur penting dan lebih atau kurang mengabaikan sisanya. Kamera, di sisi lain, melihat semua rincian dalam bidang pandang. Ini adalah alasan beberapa foto kita sering mengecewakan. Mungkin latar belakang penuh dengan benda-benda kita tidak ingat, kita adalah subyek dalam bingkai yang lebih kecil atau kurang mencolok daripada kita ingat, atau seluruh adegan mungkin tidak memiliki signifikansi dan kehidupan.

Gambar yang bagus jarang dibuat secara kebetulan. Untuk membuat sebagian besar subjek apapun, Anda harus memahami prinsip-prinsip dasar komposisi. Cara Anda mengatur unsur-unsur adegan dalam gambar, menangkap perhatian pemirsa, silakan mata, atau membuat pernyataan yang jelas semua komposisi kualitas yang baik. Dengan mengembangkan keterampilan komposisi fotografi, Anda dapat menghasilkan foto-foto yang menunjukkan gerakan, hidup, kedalaman, bentuk, dan bentuk, menciptakan dampak adegan asli.

Bagaimana mengembangkan keterampilan komposisi fotografi? Anda melihat, Anda belajar, Anda berlatih. Setiap kali Anda mengambil gambar, lihat di sekeliling dalam jendela bidik. Pertimbangkan cara masing-masing elemen akan dicatat dan bagaimana kaitannya dengan komposisi keseluruhan. Anda harus menjadi benar-benar akrab dengan kamera dan belajar bagaimana operasi dari masing-masing mengontrol mengubah gambar. Percobaan dengan kamera dan melihat hasilnya dengan hati-hati untuk melihat apakah mereka memenuhi harapan Anda. Dengan pengalaman dan pengetahuan tentang peralatan Anda, Anda mulai "berpikir melalui kamera Anda" sehingga Anda bebas untuk berkonsentrasi pada komposisi. Serius mengabdikan studi kepada prinsip-prinsip komposisi yang baik. Kajian buku dan artikel majalah pada komposisi. Anda harus menganalisis berbagai media: film, TV, majalah, buku dan surat kabar, dan mengevaluasi apa yang Anda lihat. Apa yang baik tentang gambar ini atau itu gambar TV? Yang buruk tentang hal itu? Apa prinsip-prinsip komposisi yang baik bisa Anda terapkan dengan cara yang berbeda untuk membuat gambar lebih baik.

Baik atau komposisi yang benar adalah mustahil untuk mendefinisikan dengan tepat. Tidak ada keras-dan-cepat untuk mengikuti aturan-aturan yang memastikan komposisi yang baik di setiap foto. Hanya ada prinsip-prinsip dan elemen yang menyediakan sarana untuk mencapai komposisi menyenangkan bila diterapkan dengan benar. Beberapa prinsip-prinsip dan elemen adalah sebagai berikut:

* Pusat bunga
* Perihal penempatan
* Kesederhanaan
* Viewpoint dan sudut kamera
* Saldo
* Bentuk dan garis
* Pola
* Volume
* Lighting
* Tekstur
* Nada
* Kontras
* Framing
* Foreground
* Latar Belakang
* Perspektif

Saat Anda mempelajari prinsip-prinsip ini komposisi, Anda harus segera datang ke realisasi bahwa beberapa yang sangat mirip dan tumpang tindih satu sama lain banyak.

Karena semua atau sebagian besar dari prinsip-prinsip ini harus dianggap dan diterapkan setiap kali Anda mengambil gambar, mungkin semua tampak cukup membingungkan pada awalnya. Dengan pengalaman Anda dapat mengembangkan rasa komposisi, dan pertimbangan dan penerapan prinsip-prinsip akan menjadi hampir kedua alam. Ini tidak berarti bahwa Anda dapat membiarkan diri Anda untuk menjadi puas atau ceroboh dalam penerapan prinsip-prinsip komposisi. Melakukan hal tersebut akan segera jelas karena hasil yang Anda akan foto, bukan foto profesional.

Prinsip-prinsip komposisi berikut berlaku untuk berdua masih dan gerak media fotografi.

PUSAT BUNGA

Setiap gambar harus mempunyai satu ide pokok, topik, atau pusat perhatian yang mata pemirsa tertarik. Bawahan elemen di dalam gambar harus mendukung dan memusatkan perhatian pada fitur utama sehingga saja ditekankan.

Sebuah gambar tanpa pusat yang dominan minat atau satu dengan lebih dari satu pusat perhatian dominan adalah membingungkan untuk penampil. Selanjutnya, para penonton menjadi bingung dan bertanya-tanya apa gambar adalah semua tentang. Ketika gambar memiliki satu, dan hanya satu, dominan "titik yang menarik," si pengamat dengan cepat memahami gambar.

CATATAN:
"Point of interest," seperti yang digunakan di sini, mempunyai arti yang sama sebagai pusat bunga, namun menggunakan titik istilah bunga mencegah memberi kesan bahwa pusat perhatian harus ditempatkan di tengah-tengah gambar.

Topik yang spesifik, ide, atau objek yang akan digambarkan harus diatur dalam pikiran Anda ketika Anda mempersiapkan untuk mengambil gambar. Ketika tidak ada dalam gambar untuk menarik perhatian pada daerah tertentu atau objek, mata berkeliaran di seluruh lokasi. Pusat perhatian mungkin satu objek atau banyak yang diatur sehingga perhatian akan diarahkan ke salah satu daerah tertentu

Ketika pusat perhatian adalah sebuah objek yang mengisi sebagian besar wilayah gambar atau salah satu yang menonjol dengan berani, seperti layar putih dengan latar belakang air gelap, perhatian segera tertarik untuk itu. Sebagaimana dapat diharapkan, tidak semua mata pelajaran adalah sebagai sederhana untuk mengatur atau sebagai berani dan mengesankan.

Seorang fotografer biasanya memiliki di pembuangan nya banyak faktor atau unsur-unsur yang dapat digunakan dan diatur di dalam gambar daerah untuk menarik atau mengarahkan perhatian pada gagasan utama gambar. Beberapa unsur ini garis, bentuk, figur manusia, nada, dan tekstur.

Menarik perhatian sosok manusia lebih kuat daripada hampir semua subyek lainnya dan kecuali mereka adalah objek utama foto mungkin harus dijauhkan dari gambar, misalnya, sebuah foto yang memperlihatkan satu orang yang berdiri di kejauhan di depan sebuah bangunan dapat meninggalkan pengamat bertanya-tanya apakah orang atau bangunan adalah subjek utama. Ketika orang-orang yang termasuk dalam sebuah adegan untuk ukuran perbandingan objek atau hanya untuk suasana, agar mereka memandang langsung ke kamera. Ketika orang melihat kamera dan oleh karena itu pada penampil gambar, pemirsa cenderung untuk kembali pandangan mereka dengan melihat langsung kembali ke mata mereka. Ketika mereka bukan titik dimaksudkan bunga, kita kehilangan pernyataan dan tujuan dari gambar. Ketika orang berada di bawah elemen-elemen di dalam gambar dan mereka mencari dalam arah selain di kamera, perhatian pemirsa diarahkan dari orang untuk apa yang mereka lihat, yang seharusnya menjadi pusat perhatian, misalnya ketika orang-orang mengelilingi sepotong mesin yang merupakan pusat perhatian dari gambar, telah mereka lihat di mesin, bukan kamera.

SUBJECT PENEMPATAN

Komposisi yang baik kadang-kadang diperoleh dengan menempatkan pusat perhatian di pusat geometris gambar, tetapi umumnya bukan ide yang baik untuk tempat di sana. Terlalu sering itu membagi gambar tersebut ke dalam bagian yang sama dan membuat gambar yang tidak menarik dan sulit untuk keseimbangan. Gambar dengan membagi wilayah menjadi tiga bagian, baik secara vertikal dan horizontal, dan lokasi pusat perhatian di salah satu persimpangan dari garis-garis imajiner, biasanya Anda dapat menciptakan perasaan keseimbangan komposisi (Gbr. 5-5).




fig0505.gif (3886 bytes)
Dalam komposisi fotografi ada dua pedoman umum untuk menentukan lokasi terbaik untuk pusat perhatian. Yang pertama adalah prinsip pertiga. Yang lainnya adalah simetri dinamis. Dalam prinsip pertiga, persimpangan dari garis-garis yang membagi bidang gambar menjadi tiga bagian yang ditandai oleh O's. Persimpangan ini merupakan lokasi yang baik untuk pusat perhatian di kebanyakan foto. Perhatikan kita berkata THE pusat perhatian. Ingat, hanya memiliki satu pusat perhatian ke gambar-keep it simple. Prinsip simetri dinamis adalah ide serupa. Sebuah lokasi yang baik untuk kepentingan pusat ditemukan dengan menggambar atau membayangkan garis diagonal dari satu sudut ke sudut yang berlawanan. Kemudian, menggambar garis kedua tegak lurus terhadap pertama dari sudut ketiga (Gbr. 5-6). Perpotongan antara baris adalah lokasi untuk pusat perhatian.

fig0506.gif (4220 bytes)



KESEDERHANAAN

Kesederhanaan adalah kunci bagi sebagian besar gambar yang bagus. Yang lebih sederhana dan lebih langsung gambar adalah, semakin jelas dan kuat adalah pernyataan yang dihasilkan. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan ketika kita membahas kesederhanaan. Pertama, pilih topik yang cocok untuk pengaturan yang sederhana, misalnya, alih-alih memotret seluruh area yang akan membingungkan pengunjung, bingkai dalam pada beberapa elemen penting dalam kawasan. Kedua, pilih sudut pandang yang berbeda atau kamera sudut. Bergerak di sekitar adegan atau objek yang sedang difoto. Melihat pemandangan lewat jendela bidik kamera. Lihat di latar depan dan latar belakang. Cobalah sudut tinggi dan rendah serta tingkat normal sudut pandang mata. Mengevaluasi setiap melihat dan sudut. Hanya setelah mempertimbangkan semua kemungkinan yang harus Anda mengambil gambar. Lihat di luar dan di depan subjek. Pastikan tidak ada di latar belakang untuk mengalihkan perhatian pengunjung dari titik utama dari gambar. Demikian juga, periksa tidak ada objectional di latar depan untuk memblokir pintu masuk mata manusia ke dalam gambar.

Sebuah titik terakhir kesederhanaan-hanya menceritakan satu cerita. Pastikan hanya ada cukup bahan dalam gambar untuk menyampaikan satu ide. Walaupun setiap gambar terdiri dari berbagai komponen kecil dan memberikan kontribusi unsur-unsur, tidak ada harus menarik lebih banyak perhatian pemirsa dari objek utama gambar. Objek utama adalah alasan gambar sedang dibuat di tempat pertama, karena itu, semua elemen lain harus hanya mendukung dan menekankan objek utama. Jangan biarkan tempat kejadian untuk menjadi penuh dengan unsur membingungkan dan garis yang mengurangi titik utama dari gambar. Pilih sebuah sudut pandang yang menghilangkan gangguan sehingga subjek utama mudah dikenali. Ketika banyak garis atau bentuk bersaing untuk kepentingan dengan subjek, sulit untuk mengenali atau menentukan objek utama mengapa gambar itu dibuat.

SUDUT PANDANG DAN CAMERA ANGLE

Sudut pandang yang tepat atau sudut kamera merupakan faktor penting dalam komposisi yang baik. Reposisi subjek dalam bingkai jendela bidik dan mengubah sudut pandang kamera atau kamera sudut adalah dua cara sederhana mengendalikan komposisi.

Memotret dari sudut pandang yang berbeda atau sudut kamera sering dapat menambahkan drama dan kegembiraan atau bahkan membawa aspek yang tidak biasa dari suatu subjek. Sebagian besar subyek Anda dan pengarang terdapat tiga-dimensi dan harus difoto dari sudut (ke kanan atau kiri dan / atau dari yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada subjek) yang memungkinkan pengunjung untuk melihat lebih dari satu sisi subjek. Fotografer harus mempelajari subjek dari berbagai sisi dan sudut. Berjalan mengelilingi subjek dan melihat dari semua sudut pandang. Melihatnya dari posisi tinggi dan rendah serta dari tingkat mata untuk menemukan komposisi terbaik. Hal ini sangat membantu dalam penyusunan subjek keseimbangan yang terbaik dan membantu untuk memilih latar belakang yang pujian, tidak mengalihkan perhatian dari subjek.

Istilah sudut pandang dan sudut kamera sering digunakan dalam hubungannya dengan satu sama lain dan kadang-kadang digunakan secara bergantian. Mereka dapat juga memiliki arti yang berbeda tergantung pada bagaimana mereka diterapkan. Sudut pandang "adalah posisi kamera dalam hubungannya dengan subjek." Kamera sudut "adalah sudut di mana lensa kamera dimiringkan misalnya, foto pelaut berbaris, terbuat dari tingkat dasar dengan kamera dipegang horizontal dengan referensi ke tanah , dapat disebut sebagai "sudut pandang rendah" (atau posisi kamera); Namun, ketika foto ini dibuat, lagi-lagi dari permukaan tanah, tapi dengan kamera mengarah ke atas, mungkin akan disebut sebagai "sudut kamera rendah." Demikian juga, sebuah gambar yang dibuat dari tinggi atau jabatan tinggi, dengan kamera lagi dipegang horisontal dengan mengacu ke tanah, atau bahkan menunjuk lurus ke bawah, dapat disebut sebagai "sudut pandang tinggi" namun, jika kamera tidak dipegang horisontal ke tanah atau menunjuk lurus ke bawah, namun menunjuk pada beberapa sudut antara horizontal dan vertikal, posisi kamera bisa disebut sebagai "sudut kamera yang tinggi."

Mata-Level Shots

Dengan kamera dipegang horisontal, setinggi mata Suntikan usualIy dibuat pada ketinggian sekitar 5 1 / 2 meter, tinggi dari rata-rata orang dewasa yang dilihatnya, dan dengan kamera horisontal. Dengan kamera dipegang setinggi mata tapi mengarah ke atas atau ke bawah, posisi kamera berubah dan Anda telah baik rendah atau tinggi sudut kamera, masing-masing.
Viewpoint rendah dan rendah Camera Angle

Rendah sudut pandang dan sudut kamera yang rendah dapat menambahkan penekanan dan minat untuk banyak foto-foto biasa. Sudut pandang yang rendah dapat digunakan untuk mengubah skala atau menambah kekuatan untuk gambar atau untuk menekankan unsur-unsur tertentu di dalam gambar. Sudut kamera yang rendah dapat dicapai jika sudut kamera yang terletak di bawah titik kepentingan utama dan menunjuk ke atas. Sudut rendah cenderung untuk meminjamkan kekuatan dan dominasi ke subjek dan mendramatisasi subjek. Suntikan sudut rendah digunakan ketika dampak dramatis yang diinginkan. Jenis shot ini sangat berguna untuk memisahkan subyek dari latar belakang, untuk menghilangkan latar depan dan latar belakang yang tidak diinginkan, dan untuk menciptakan ilusi ukuran yang lebih besar dan kecepatan (Gbr. 5-7).


fig0507.gif (77538 bytes)
Viewpoint tinggi dan High Camera Angle

Tinggi sudut pandang dan sudut kamera tinggi membantu mengarahkan pengunjung, karena mereka menunjukkan hubungan di antara semua unsur daerah di dalam gambar dan menghasilkan efek psikologis dengan meminimalkan nyata ukuran kekuatan atau subyek (Gbr. 5-8).


fig0508.gif (33162 bytes)



NERACA

Keseimbangan dalam fotografi komposisi adalah masalah membuat gambar tampak harmonis. Setiap elemen dalam gambar memiliki jumlah nilai tertentu berkenaan dengan semua elemen lain. Setiap nada, massa, bentuk, pohon, batu gambar, gedung, baris, atau bayangan menyumbang sejumlah berat yang harus diatur dengan benar dalam komposisi untuk memberikan kesan keseimbangan. Subjek penempatan area di dalam gambar adalah faktor yang harus dipertimbangkan dengan teliti.

Komposisi tetap seimbang oleh dua metode yang berbeda: simetris, atau formal, keseimbangan dan asimetris, atau informal, keseimbangan.
Simetris, atau formal, Saldo

Simetris, atau formal, keseimbangan dalam sebuah foto dapat dicapai jika elemen di kedua sisi gambar adalah sama berat (Gbr. 5-9A). Ide keseimbangan formal dapat dikaitkan dengan sebuah jungkat-jungkit, Ketika ada dua benda berbobot sama pada jungkat-jungkit dan mereka sama jauh dari pivot point, atau titik tumpu, dewan akan seimbang.

Gambar dengan keseimbangan formal mungkin terlihat statis dan tanpa kegirangan, namun, mereka menyajikan suasana martabat. Keseimbangan formal tidak selalu berarti gambar telah ke jungkat-jungkit dalam perspektif. Kekuatan atau bobot yang akan simetris. Simetris gambar, di mana kedua yang dianggap kurang lebih sama tetapi, sisi imajiner yang sama persis, diproduksi hanya bila Anda pivot point diatur ke dalam ruang gambar. Dengan ini ingin efek khusus, sehingga mereka tidak sering variasi untuk simetris keseimbangan, yang lebih menarik yang dihasilkan. Sebuah variasi keseimbangan simetris berkaitan dengan foto biasanya dibuat (Gbr. 5-9B).


fig0509.gif (84398 bytes)

Asimetris, atau informal, Saldo

Asimetris, atau informal, keseimbangan biasanya jauh lebih menarik daripada keseimbangan simetris. Dalam keseimbangan asimetris poros imajiner titik sentral masih dianggap untuk hadir, namun, bukannya bayangan cermin di setiap sisi wilayah gambar, elemen pokok terutama berbeda dalam ukuran, bentuk, berat, nada, dan penempatan. Saldo ditetapkan oleh kekuatan-kekuatan elemen penyetaraan meskipun perbedaan-perbedaan mereka.

Keseimbangan asimetris diperkenalkan ketika berat diperkirakan dua atau lebih ringan obyek dipersamakan oleh satu objek lebih berat ditempatkan di sisi lain dari titik poros imajiner (Gbr. 5-10). Keseimbangan asimetris lebih sulit dicapai daripada keseimbangan simetris, karena masalah berat badan relatif menetapkan nilai untuk elemen-elemen berbeda area di dalam gambar serta menampilkan beberapa bentuk stabilitas.

fig0510.gif (69493 bytes)

Aspek Saldo

Ada banyak faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam rangka untuk membuat gambar tampak seimbang. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

* Sebuah benda jauh dari pusat gambar tampaknya memiliki berat badan lebih dari satu di dekat pusat.
* Obyek di upperpart dari gambar tampak lebih berat daripada benda-benda dengan ukuran yang sama di bagian bawah gambar.
* Isolasi tampaknya meningkatkan berat suatu benda.
* Meski sangat menarik benda-benda tampaknya memiliki lebih banyak komposisi berat.
* Regular bentuk tampaknya lebih berat daripada bentuk yang tidak teratur.
* Elemen di sisi kanan gambar yang asimetris tampaknya memiliki elemen lebih berat dibandingkan dengan ukuran yang sama di sisi kiri gambar.
* Para arah di mana angka-angka, garis, dan bentuk tampak gambar bergerak di dalam kawasan sangat penting untuk keseimbangan misalnya, seseorang mungkin akan berjalan dalam arah, atau matanya dapat melihat ke dalam arah, atau bentuk beberapa unsur menciptakan rasa gerakan. Ketika perasaan arah hadir dalam suatu adegan, ia cenderung merusak keseimbangan jika dinilai berdasarkan ukuran subjek sendirian.

Memahami faktor-faktor yang diperlukan untuk menciptakan keseimbangan bergambar sangat penting bagi Anda untuk menghasilkan gambar yang bagus. Untuk memperoleh pemahaman ini, Anda dapat terus menguji perasaan Anda untuk menjaga keseimbangan ketika Anda melihat melalui jendela bidik kamera Anda. Setelah Anda memperoleh pemahaman tentang prinsip-prinsip keseimbangan bergambar, mencapai keseimbangan dalam foto-foto Anda menjadi proses yang mudah.

Posted under by | NO COMMENTS

Tips and tricks photograph, the basic technique

Written by rikixy' Site on

For lovers of photography and DI (Digital Imaging) must know that his image-editing program. Because by using an image manipulation program and a number of clack-click the first picture was dreadful in the good eye. In short, with the help of image manipulation programs, we do not have to bother to learn the basic techniques of shooting. Oops, but that's really wrong! Why wrong? As advances pioneered both the digital camera or pocket camera is a super-zoom, to produce a good picture is conditioned not need to learn the technique in depth. But remember, everything is easy to eat time, as well as in the world of photography. So now let us learn some basic photography tips

Understanding Lighting
Photography is a portrait painted light. Thus, the most important thing in photography is the lighting. A glimpse of this light is hard to impress, but in essence, setting a lot - at least the light that will enter the camera lens is not so complicated. Digital cameras do have an automatic light adjustment, which in the light if he would adjust the shutter setting to be more narrow so that the image will be normal, not excessive aka light (over-exposure). But how in the dark? The reality, most compact cameras have not been able to overcome the problem shooting in the dark. By setting a relatively fast shutter coupled with lower light conditions, the result would be blurry photos. Solutions to this course by selecting a low shutter speed.

Memotretlah Without Flash
Not all places can be used as the location of our shoot at will. In the museum, for example, we do not go around using the flash when photographing objects. To get around these restrictions, try set the ISO to the highest level, open the aperture or diaphragm selebarnya and use a slow shutter. With this suit, coupled with the use of a tripod, surely we will free the image from low-light and opacity. What if there was not a tripod? Do not worry, with the basic techniques, sepert things can be overcome. Way, notice the hand position is when photographed. Minimizing movement can blur the image as closely as possible by attaching the arm holding the camera into our bodies, and establish the position of the body. Indeed, this trick can not replace a tripod position 100%, but it could slightly reduce the movement that can blur the picture.
This top is very easy to understand, now konsentasikan shooting techniques to the selection of objects in the image placements. Generally a person will look at objects that teacher anymore in the middle. In other words, the object is in position it was in the middle of the picture would be easily visible flaws. To deceive lovers view photos, try changing the placement of objects so that the position does not fit in the middle of the picture.

Exploring Angle
Let's not glued to the angle of the corner flat. Occasionally try sharp angles and tilted angle. Later results will be interesting picture. The main problem in photography is one of vagueness. No matter how sophisticated image manipulation program, if at the photographed image is blurred, it will be hard to improve image sharpness. To avoid vagueness, note when the shutter speed is always going to take pictures. Opacity in the image often caused by too fast shutter. Ideally, if photographed without a tripod, use the shutter 1 / 125. But if we menyanggakan camera on a tripod, can select the shutter speed 1 / 60 or 1 / 30

Do not Challenge the Sun
Avoid challenging shooting the sun. That is, the subject is facing the image of light sources to image the light produced. If otherwise, the subject will appear dark, while other areas outside the subject will be lit. These results can be analogous to the solar atmosphere. Indeed, photography techniques against the light, or often called silhouette, often selected the photographers. But if our technique is still in the beginner level, you should postpone silhouette shooting.

Avoid Digital Zoom
Many bagunan-bagunan interesting to photograph. Avoid using the digital zoom. Use optical zoom only. The use of digital zoom may result in broken images, or apparent pikselnya boxes.

Posted under by | NO COMMENTS

Tips dan trik memotret, Teknik dasar

Written by rikixy' Site on

Bagi pecinta fotografi dan DI (Digital Imaging) pasti kenal yang namanya program manipulasi gambar. Karena dengan menggunakan program manipulasi gambar dan sejumlah klak-klik lah gambar yang awalnya kurang sedap di pandang mata menjadi bagus. Singkat kata, dengan bantuan program manipulasi gambar, kita nggak perlu lagi repot-repot mempelajari teknik dasar memotret. Ups, tapi itu keliru banget!!! Mengapa keliru? Seiring kemajuan yang dirintis kamera digital baik yang kamera saku ataupun super-zoom, untuk menghasilkan gambar yang bagus memang dikondisikan nggak perlu mempelajari teknik secara mendalam. Namun ingat, segala sesuatu yang mudah akan dimakan waktu, begitu juga dalam dunia fotografi. Jadi sekarang marilah kita pelajari sedikit tips fotografi dasar

Memahami Pencahayaan
Fotografi adalah lukisan bercat cahaya. Maka, hal terpenting dalam fotografi adalah pencahayaan. Sekilas memang pencahayaan ini terkesan sulit, tapi pada dasarnya, penyetelan banyak - sedikitnya cahaya yang akan masuk dalam lensa kamera nggak begitu rumit. Kamera digital memang memiliki penyetelan cahaya secara otomatis, yang apabila di tempat terang ia akan menyesuaikan setelan rana menjadi lebih sempit sehingga hasil gambar akan normal, alias nggak berlebih cahaya (over-exposure). Tapi bagaimana di tempat gelap? Realitanya, kebanyakan kamera saku belum mampu mengatasi masalah pemotretan di tempat gelap. Dengan setelan shutter yang relatif cepat disertai dengan kondisi cahaya minim, hasil foto pasti akan buram. Solusi untuk ini tentu saja dengan memilih kecepatan rana rendah.

Memotretlah Tanpa Flash
Nggak semua tempat bisa dijadikan lokasi pemotretan sesuai keinginan kita. Di museum, misalnya, kita nggak bisa seenaknya menggunakan lampu flash saat memotret obyek. Untuk menyiasati larangan tersebut, coba setel ISO ke level yang paling tinggi, buka aperture atau diafragma selebarnya dan gunakan shutter yang lambat. Dengan setelan ini, ditambah dengan penggunaan tripod, niscaya gambar kita akan bebas dari minim cahaya dan keburaman. Bagaimana kalau nggak ada tripod? Jangan khawatir, dengan teknik dasar, hal-hal sepert ini bisa diatasi. Caranya, perhatikan lah posisi tangan saat memotret. Minimalisasi gerakan yang mampu mengaburkan gambar dengan menempelkan sedekat mungkin lengan yang memegang kamera ke badan kita, lalu teguhkan posisi badan. Memang, trik ini nggak bisa menggantikan posisi tripod 100%, tapi bisa sedikit mengurangi gerakan yang mampu mengaburkan gambar.
Hal diatas sangat mudah dipahami, sekarang konsentasikan teknik pemotretan ke pemilihan penempatan obyek dalam gambar. Umumnya pandangan seseorang akan tertumpu pada obyek yang berada di tengah. Dengan kata lain, obyek yang di posisikan berada di tengah gambar akan mudah terlihat kekurangannya. Untuk mengecoh pandangan penikmat foto, coba ubah penempatan posisi obyek supaya nggak pas di tengah gambar.

Menjelajahi Sudut
Sebaiknya jangan terpaku dengan sudut pengambilan sudut datar. Sesekali cobalah sudut pandang yang tajam dan juga sudut miring. Nantinya hasil gambar akan menarik. Masalah utama dalam fotografi salah satunya adalah keburaman. Betapapun canggihnya program manipulasi gambar, jika pada saat dipotret gambar sudah buram, akan susah untuk memperbaiki ketajaman gambar. Untuk mencegah keburaman, perhatikan selalu kecepatan shutter ketika akan memotret. Keburaman pada gambar seringkali disebabkan oleh terlalu cepatnya shutter. Idealnya, jika memotret tanpa tripod, pakailah shutter 1/125. Namun bila kita menyanggakan kamera di atas tripod, bisa pilih shutter dengan kecepatan 1/60 atau 1/30

Jangan Tantang Matahari
Hindari pengambilan gambar yang menantang matahari. Artinya, subyek foto lah yang menghadap sumber cahaya agar gambar yang di hasilkan terang. Jika sebaliknya, subyek akan terlihat gelap, sementara bidang lain di luar subyek akan terang benderang. Hasil ini bisa dianalogikan dengan suasana gerhana matahari. Memang, teknik fotografi menentang cahaya, atau sering disebut siluet, kerap dipilih para fotografer. Tapi jika teknik kita masih dalam level pemula, sebaiknya tunda dulu pengambilan gambar siluet.

Hindari Zoom Digital
Banyak bagunan-bagunan yang menarik untuk difoto. Sebisa mungkin hindari penggunaan zoom digital. Gunakan saja zoom optikal. Penggunaan zoom digital dapat mengakibatkan gambar pecah, atau terlihat jelas kotak-kotak pikselnya.

Posted under by | NO COMMENTS

12 Teknik Memotret

Written by rikixy' Site on

Dengan kamera digital kita dapat memotret apapun yang kita mau,kemajuan teknologi sekarang telah membawa kamera digital terus mengalami perkembangan resolusi,kamera digital yang beredar dipasaran berkisar 4 hingga 6 Megapixel bahkan lebih.Dengan 6 megapixel gambar yang akan kita potret akan semakin bagus.Tetapi biarpun kita memiliki kamera 6 megapixel ataupun diatas 6 megapixel tetapi jika tidak tidak tau cara memotret dengan benar sama saja.Untuk itu saya akan memberikan tips-tips dasar sehingga kamera anda dapat bekerja secara maksimal.

1.Flash Otomatis
Maksudnya disini adalah lampu flash kamera,dimana lampu flash kamera dirancang untuk pemotretan diruang yang kurang cahaya,sehingga dengan flash kualitas gambar akan menjadi maksimal.Namun sebaiknya hindarinya penggunaan lampu flash karena membuat pencahayaan gambar menjadi kurang natural,sehingga gambarnya tidak seindah dengan aslinya,jadi lampu flash kamera anda diset otomatis saja,sehingga hanya menyala pada saat cahaya kurang.

2.Efek “mata merah”

Mata merah disini bukan gambar yang didalam foto kita kurang tidur tetapi karena sambaran lampu kilat yang sejajar dengan arah lensa.Beberapa kamera dilengkapi flash dengan fasilitas anti red eye,dengannya sebelum flash menyala penuh,kamera menyalakan flash pembuka yang bertujuan untuk iris mata simodel tertutup.tapi tidak usah khawatir anda tidak usa buru-buru mengganti kamera,karena sekarang sudah banyak aplikasi kamera digital yang dapat menghilangkan efek mata merah,contohnya saja software acdsee,atau jika anda mau yang freeware silakan anda kunjungin web ini www.10soft.com nama softwarenya adalah S10Redeyes 2.0

3.Area Putih

Kamera mengubah terang warna salju atau benda putih lainnya menjadi kelabu,kita dapat mengatasinya dengan cara mengatur kembali kompensasi EV [kompensasi pencahayaan].jika kamera anda memiliki fasilitas ini naikkan kompensasi EV antara 0.7-1 EV.Sehingga kamera akan menangkap gambar menjadi terang dan akan membuat seragam berwarna putih menjadi sangat terang.

4.Foto Ukuran Kecil

Ada dua cara untuk membuat file menjadi kecil.Jangan kurangi dimensi(panjag&lebar)gambar karena akan menurunkan jumlah pixel.Dimensi gambar yang kecil juga kurang baik untuk dicetak dalam ukuran besar,jadi gunakan ukuran foto maksimal,kurangin saja kualitas gambarnya.Penurunan mutu ini hanya menyusutkan kekayaan warna gambar,tetapi foto masih kelihatan lebih bagus.

5.Reaksi Lambat

Olahraga,binatang,anak kecil merupakan objek foto yang rada susah diabadikan.Anda mesti mengimbangin kecepatan gerak mereka,salah-salah jika tidak pas maka objek foto tidak sesuai dengan komposisi.Ini terjadinya karena adanya shutter log (jeda antara penekanan tombol dan perekaman gambar).Untuk itu tempatkan diri anda pada posisi yang tepat kemudian bidik sasaran,lantas tekan setengah tombol untuk mengunci fokus,sekarang tunggu momen yang tepat dan tekan penuh tombol seraya mengikuti perkembangan objek.

6.Latar Belakang

Ketika memotret wajah perhatikan latar belakangnya,hindari latar belakang yang berwarna-warni atau gambar yang semerawut,yang menyebabkan foto wajah kurang menonjol,bisa jadi justru latar belakang yang menjadi menonjol,jadi berusahalah untuk menghindarinya.

7.Foto Berdimensi

Potret diri(portrait),yang difoto dengan cara biasa,umumnya kurang menampakan dimensi yang kuat dan terasa datar-datar saja,ketika anda mendekati hidung sang model,gambar hidung malah menjadi besar dari proporsi wajah yang seharusnya.Mundurlah dan aktifkan zoom dan bidiklah wajah hingga memenuhi frame.

8.Jari di Lensa

Jangan lupa sebelum memotret dibuka dulu tu penutup lensa,jika tidak jangan harap bisa memotret,tetapi meskipun jari anda tertutup lensa,tapi masih bisa memotret..ini terjadi pada kamera saku yang berukuran kecil ,anda bertangan besar bakal susah memegangnya,peganglah kamera dengan dua tangan tangan kiri mencengkram tustel dari atas dan bawah,bukan depan dan belakang.

9.Ekspresi Wajah

Agar foto wajah disiang hari tak mengandung bayangan gelap, hadapkan muka model kearah datangnya cahaya,masalahnya sinar matahari cenderung membuat silau model,bisa jadi mata model menjadi menyempit solusinya pergilah ketempat yang agak teduh dan arahkan pandangan model ketempat itu,warna foto bakal lebih bagus ketimbanh sebelumnya.

10.Jarak Terlalu Jauh

Inilah yang sering dialami fotografer amatir;objek terlalu kecil kamera dibidik terlalu jauh,padahal mata manusia pilih kasih.objek mata kurang menonjol akan tampak biasa saja,karenanya pakailah perbesaran optikal pada lensa bidiklah hanya pada objek yang paling menarik.Latihlah diri anda dengan mengamati semua bagian dalam bingkai bidikan andasecara cermat,jangan hanya melihat objek utama saja.

11.Warna Kalem

Potret wajah diruang terbuka kerap menghasilkan warna foto memucat.Apalagi jika anda memotret dari bawah pohon yang berlimpah cahaya.Konfigurasi White Balance menormalkan warna itu,sayangnya kemampuan white balance terbatas.Ganti setelan white balance menjadi Cloudy agar gambar tampak menjadi lebih inda.Ketika memotret diarea bayangan,menyetel white balance menjadi shade membuat langit menjadi biru.

12.Sensor Kotor

Ini masalah klasik yang sering ditemukan pada kamera DSLR sehingga muncul titik-titik kecil berwarna hitam akibat debu yang menempel pada sensor kamera.Kamera saku tak mengalami ini karena lensa dan sensornya dirakit rekat dan tertutup oleh casing yang rapat.
Kotoran tadi bisa dibersihkan dengan cara
1.Lewat program gambar digital,misalnya adobe photoshop
2.Gantilah lensa jika memang diperlukan
3.Membawa ketempat servis kamera agar hasil pembersihannya maksimal

Sumber Komputer Aktif Edisi 141

Posted under by | NO COMMENTS

Teknik Memotret Dasar I

Written by rikixy' Site on

Teknik-teknik dasar pemotretan adalah suatu hal yang harus dikuasai agar dapat menghasilkan foto yang baik. Kriteria foto yang baik sebenarnya berbeda-beda bagi setiap orang, namun ada sebuah kesamaan pendapat yang dapat dijadikan acuan. Foto yang baik memiliki ketajaman gambar (fokus) dan pencahayaan (eksposure) yang tepat.

A. FOKUS
Focusing ialah kegiatan mengatur ketajaman objek foto, dilakukan dengan memutar ring fokus pada lensa sehingga terlihat pada jendela bidik objek yang semula kurang jelas menjadi jelas (fokus).
Foto dikatakan fokus bila objek terlihat tajam/jelas dan memiliki garis-garis yang tegas (tidak kabur). Pada ring fokus, terdapat angka-angka yang menunjukkan jarak (dalam meter atau feet) objek dengan lensa.

B. EKSPOSURE
Hal paling penting yang harus diperhatikan dalam melakukan pemotretan adalah unsur pencahayaan. Pencahayaan adalah proses dicahayainya film yang ada dikamera. Dalam hal ini, cahaya yang diterima objek harus cukup sehingga dapat terekam dalam film. Proses pencahayaan (exposure) menyangkut perpaduan beberapa hal, yaitu besarnya bukaan diafragma, kecepatan rana dan kepekaan film (ISO). Ketiga hal tersebut menentukan keberhasilan fotografer dalam mendapatkan film yang tercahayai normal, yaitu cahaya yang masuk ke film sesuai dengan yang dibutuhkan objek, tidak kelebihan cahaya (over exposed) atau kekurangan cahaya (under exposed).

 Bukaan Diafragma (apperture)
Diafragma berfungsi sebagai jendela pada lensa yang mengendalikan sedikit atau banyaknya cahaya melewati lensa. Ukuran besar bukaan diafragma dilambangkan dengan f/angka. Angka-angka ini tertera pada lensa : 1,4 ; 2 ; 2,8 ; 4 ; 5,6 ; 8 ; 11 ; 16 ; 22 ; dst. Penulisan diafragma ialah f/1,4 atau f/22. Angka-angka tersebut menunjukkan besar kecilnya bukaan diafragma pada lensa. Bukaan diafragma digunakan untuk menentukan intensitas cahaya yang masuk.

Hubungan antara angka dengan bukaan diafragma ialah berbanding terbalik.
“Semakin besar f/angka, semakin kecil bukaan diafragma, sehingga cahaya yang masuk semakin sedikit. Sebaliknya, semakin kecil f/angka semakin lebar bukaan diafragmanya sehingga cahaya yang masuk semakin banyak.”

 Kecepatan Rana (shutter speed)
Kecepatan rana ialah cepat atau lambatnya rana bekerja membuka lalu menutup kembali. Shutter speed mengendalikan lama cahaya mengenai film. Cara kerja rana seperti jendela. Rana berada di depan bidang film dan selalu tertutup jika shutter release tidak ditekan, untuk melindungi bidang film dari cahaya. Saat shutter release ditekan, maka rana aka membuka dan menutup kembali sehingga cahaya dapat masuk dan menyinari film.
Ukuran kecepatan rana dihitung dalam satuan per detik, yaitu: 1 ; 2 ; 4 ; 8 ; 15 ; 30 ; 60 ; 125 ; 250 ; 500 ; 1000 ; 2000 ; dan B. .Angka 1 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/1 detik. Angka 2000 berarti rana membuka dengan kecepatan 1/2000 detik, dst. B (Bulb) berarti kecepatan tanpa batas waktu (rana membuka selama shutter release ditekan)

Hubungan antara angka dengan kecepatan rana membuka menutup ialah berbanding lurus. “Semakin besar angkanya berarti semakin cepat rana membuka dan menutup, maka semakin sedikit cahaya yang masuk. Semakin kecil angkanya, berarti semakin lambat rana membuka dan menutup, maka semakin banyak cahaya yang masuk”

 Kepekaan Film (ISO)

Makin kecil satuan film (semakin rendah ISO), maka film kurang peka cahaya sehingga makin banyak cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut, sebaliknya semakin tinggi ISO maka film semakin peka cahaya sehingga makin sedikit cahaya yang dibutuhkan untuk menyinari film tersebut. Misal, ASA 100 lebih banyak membutuhkan cahaya daripada ASA 400.

written by ecolens.

Posted under by | NO COMMENTS