Sejarah KLJ

Written by rikixy' Site on Minggu, 13 September 2009

Pada dasarnya KLJ atau yang lebih sering di sebut dengan pinhole camera, adalah aplikasi dari sitem kerja kamera modern. prinsip tersebut berawal dari penemuan camera obscura(obscura dulu sering di gunakan oleh pelukis naturalis untuk mempermudah pencitraan gambar). teknologi ini di yatakan pertama kali pada abat 5 sm oleh moti dari cina ketika dia berhasil merekam sebuah imagi. camera = latin for room, obscura = latin for dark.(ruang gelap). dia menyebutkan arken room, a "collection pleace" or the "locked, treasure room". prinsip ini sebenarnya di kenal lebih dulu oleh aritoteles 4 sm. sementara gagasan fotografi moderen datang dari Fox Henry T (1800-1877) ketika mempergunakan kamera obscura untuk membantu pekerjaanya membuat gambar di danau Como Italy.

tentang KLJ

bisa di bilang KLJ adalah nenek moyangnya kamera, dan sejak lahirnya KLJ yang di temukan oleh ibnu al haitam, secara perkembangannya memang di dedikasikan untuk pendidikan fotografi, lebih tepatnya experimental, fun art dan science, apa itu KLJ ? jadi KLJ adalah sebuah ruangan gelap yang menggunakan media ruang gelap, lubang(titik lensa), dan kertas foto untuk proses perekaman gambar.

sitem kerja klj

sistem kerja klj sama dengan proses kerja kamera modern yaitu, objek memantulkan bayangan dan masuk melalui celah lensa dan di rekam oleh kertas(inilah yang di sebut dengan proses terjadinya imagi pada foto) dan inilah yang bisa kita bilang sitem kerja KLJ

media KLJ

sebenarnya untuk media sendiri sangat bebas tanpa batas tergantung dari kreasi kita, bisa dari box kayu, karton atau kaleng susu dan media yang lain dengan catatan memiliki ruang gelap dan tempat untuk kertas.

Posted under by | NO COMMENTS

Langkah-Langkah Sebelum Memotret

Written by rikixy' Site on

Sebelum malakukan sesi pemotretan ada baiknya temen2 sekalian mempersiapkan beberapa hal berikut:

Kamera yang dipergunakan adalah kamera digital kompak yang memiliki mode pengaturan parameter foto secara manual. Siapkan juga buku panduan penggunaan kamera digital anda.

ISO
ISO adalah tingkat kepekaan sensor kamera terhadap cahaya. Pada kondisi pencahayaan yang terang seperti di siang hari yang terik, gunakan ISO 50-100. Sedangkan pada kondisi pencahayaan yang temaram seperti di dalam ruangan, gunakan ISO 200-400. Perhatikan, bahwa sumber cahaya selain cahaya matahari jam 12.00 dikategorikan cahaya temaram. Semakin tinggi ISO maka semakin tinggi noise yang dihasilkan, akibatnya hasil foto tampak berbintik-bintik.

Resolusi
Demi menghemat memori kamera, saran saya turunkan resolusinya. Jika kamera anda 10 Megapiksel dan anda tidak berniat untuk mencetak hasil foto ke ukuran 10R maka turunkan resolusi menjadi 2 Megapiksel saja. Itu sudah cukup tajam untuk dinikmati di layar komputer. Kualitas kompresi gambar pilih yang terbaik (Fine). Dengan demikian pada memori ukuran 256 MB cukup untuk menampung sekitar 150 foto. Tidak buruk.

White Balance
Mengatur White Balance bertujuan agar warna putih pada foto tetap putih. Hal ini disebabkan karena sumber pencahayaan umumnya memiliki temperatur warna yang berbeda. Cahaya matahari cenderung ke warna merah sementara lampu neon cenderung ke warna biru. Auto White Balance tidak selalu berfungsi optimal di setiap kondisi pemotretan, saran saya atur White Balance sesuai pencahayaan pemotretan.

Metering
Cara kamera menakar cahaya berbeda dengan mata kita. Kamera tidak bisa membedakan mana kondisi terang dan gelap karena kamera tidak memiliki jangkauan gelap-terang (Dynamic Range) seluas mata kita. Contohnya kita masih mampu melihat detail wajah manusia walaupun wajah manusia tersebut tertutup cahaya. Ada tiga pilihan metering yang biasa terdapat pada kamera:

Evaluative / Matrix : Gunakan metering ini apabila memfoto pemandangan. Metering ini adalah default metering kamera.
Center-Weighted : Gunakan metering ini apabila memfoto wajah manusia.
Spot : Metering ini akan menakar cahaya pada titik fokus.


Flash
Gunakan flash hanya pada kondisi pencahayaan yang gelap. Jika cahaya matahari berlimpah maka sebisa mungkin hindari flash. Namun flash juga dapat digunakan sebagai fill-in misalnya ketika memfoto wajah dimana wajah tersebut ditutupi oleh bayang-bayang. Flash juga dapat memperkuat warna menjadi lebih hidup.

Fokus
Walau LCD memboroskan baterai kamera namun dengan menggunakan LCD kita akan lebih mudah menentukan titik fokus. Pastikan bahwa titik fokus berada pada subyek foto. Pada kamera digital kompak, menggunakan Autofokus lebih mudah dibandingkan dengan fokus manual.

Posisi
Pegang kamera seerat mungkin, jangan sampai kamera goyang. Untuk itu tekan kamera ke arah badan. Usahakan pegang kamera dengan dua tangan. Usahakan pula siku jangan mengambang, tumpukan siku pada bidang yang kokoh agar tangan tidak mudah goyang. Pastikan juga anda berpijak bukan pada tempat yang labil. Jika diperlukan tahanlah napas ketika menekan tombol shutter. Namun yang terpenting anda tetap harus nyaman dengan posisi pemotretan.

Posted under by | NO COMMENTS

Tentang Saya

Written by rikixy' Site on Sabtu, 12 September 2009

Saya adalah manusia biasa yang mempunyai hobi yang biasa pula. saya hidup untuk keindahan, memngabadikan keindahan adalah harapan untuk masa depan dimana dimasa depan suatu momen akan sangat begitu berharga sesuai dengan nilai historisnya.
aku berinspirasi aku berbgai keindahan itu

Posted under by | NO COMMENTS

teknik dasar memotret dengan kamera dslr

Written by rikixy' Site on

Langka-langah sebelum memotret:

pertama kali pastikan kamera kamu sudah dalam kondisi "siap" untuk dipakai, cek baterai, cek memory, dll. memotret bisa kapan saja kita mau. kenapa kita ingin memotret? simpel saja, menurut saya, karena ada moment dan tentunya ada kamera dong. fotografi menurut saya banyak kategorinya, ada yang suka landscape (pemandangan), studio, wildlife, underwater, macro, dll.

untuk sekarang ini yang saya akan tuliskan, mungkin akan lebih mengarah ke landscape. kalau saya pribadi, saya biasa melakukan ritual pada kamera saya ini :

* mode av (aperture value) yaitu hanya merubah besarnya bukaan diafragma sehingga shutter speed sudah automatis di set oleh kamera tersebut. bukaan terbaik/ ketajaman terbaik ada di bukaan F/8.0 jika ingin DOF (depth of field) lebih panjang bisa memakai bukaan F/14 (saya tidak menyarankan jika memakai F/16 keatas, memang semuanya terlihat focus tetapi ketajaman sudah berkurang).
* iso 100 (semakin rendah semakin baik) jika cahaya kurang dan shutterspeednya kurang (saran saya shutterspeed lebih baik diatas 1/60 agar tidak shake) bisa dinaikan isonya.
* pastikan menggunakan lensa wide seperti 10-22mm, 18-55mm, 17-85mm.

setelah siap dengan kondisi diatas, ayo kita menuju tempat dimana yang baik untuk foto dan jangan lupa perhatikan :

* cahaya matahari datang, lebih baik memotret jangan mengarah matahari, membelakangi matahari itu lebih baik (karena kita membutuhkan cahaya matahari untuk pencahayaan). memotret lebih baik pada pagi dan sore hari, karena kalau siang hari, cahaya matahari terlalu tajam (biasanya langit putih dan tidak menarik).
* pilihlah background yang baik dan indah (pilihlah sesuka hati).
* carilah angle terbaik, bisa dikatakan ada low angle, mid angle, high angle. ketiga angle tersebut memberikan perbedaan hasil foto yang sangat berarti.

jangan pikir panjang lagi, ayo foto!!

Posted under by | NO COMMENTS

Teknik Foto Potret

Written by rikixy' Site on Jumat, 11 September 2009

Berikut ini beberapa tips dan saran untuk membuat foto potret yang baik.

*
Bagaimana cara membuat seseorang tersenyum di depan kamera?

Pastikan subyek yang Anda foto dalam kondisi atau mood yang baik untuk difoto. Misalnya Anda ingin membuat foto seorang anak kecil, maka pastikan bahwa ia tidak dalam kondisi lelah atau lapar. Juga pastikan subyek yang Anda foto tidak dalam kondisi lelah karena dapat membuat wajah dan matanya menjadi lebih tegang. Anda dapat memberikan sedikit waktu untuk beristirahat atau menikmati makanan ringan sebelum sesi pemotretan dimulai. Dengan memberi waktu jedah istirahat sambil menikmati cemilan, Anda akan membangun interaksi yang baik dengan subyek foto Anda. Bersikap ramah dan berbicaralah dengannya yang akan membantunya lebih rileks.

Namun jangan membuat situasi menjadi lucu hingga subyek tersebut tertawa terbahak-bahak. Karena hal ini dapat membuat matanya menjadi juling dan membuat aliran darah di wajah lebih banyak. Cobalah mengambil gambar dengan ekspresi wajah yang berbeda-beda. Semakin banyak foto yang Anda buat, semakin banyak kesempatan memperoleh foto terbaik yang menampilkan karakter orang tersebut.
*
Bagaimana penanganan orang yang menggunakan kacamata?

Kacamata dapat menimbulkan pantulan cahaya dan membuat silau. Karena itu Anda dapat melihatnya dari viewfinder atau layar LCD kamera Anda, apakah ada pantulan cahaya yang mengganggu. Jika ternyata ada pantulan cahaya di kacamata subyek yang Anda foto, Anda dapat memintanya untuk menggerakkan kepalanya secara perlahan hingga pantulan cahaya tersebut hilang dari titik tengah matanya. Anda juga dapat memintanya sedikit menundukkan kepalanya, namun berhati-hatilah agar tidak terjadi lipatan pada dagunya jika terlalu menunduk.
*
Bagaimana dengan pakaian dan penampilan?

Jika Anda akan mengambil foto sekelompok orang, perhatikan juga warna pakaian. Gunakan warna yang enak dipandang. Atau Anda dapat juga meminta mereka menggunakan warna yang sama.

Jika Anda akan mengambil foto seseorang, warna pakaian juga perlu diperhatikan. Jika Anda ingin memfoto seseorang berbadan besar, maka sebaiknya ia menggunakan pakaian berwarna gelap. Sebaliknya jika subyek Anda berbadan kurus atau kecil, maka mintalah ia menggunakan pakaian berwarna terang.

Lalu pastikan pakaian tidak kusut saat difoto. Jika orang tersebut menggunakan dasi, perhatikan apakah dasinya sudah lurus dan rapi. Lalu pastikan rambutnya telah rapi. Mata Anda mungkin tidak mampu memperhatikan ada helai rambut yang keluar dan mengganggu, namun lensa kamera akan menangkapnya dengan jelas. Lalu jika Anda akan mengambil gambar seorang wanita, Anda dapat memperhatikan make up yang digunakan telah sesuai.
*
Apa yang perlu diperhatikan saat foto outdoor atau di luar ruangan?

Saat mengambil foto di luar ruangan, perhatikan situasi yang menjadi latar belakang foto tersebut. Pilihlah pohon, bunga, pagar kayu, atau tembok rumah sebagai latar belakang. Jangan mengambil foto dengan latar kegiatan yang sibuk seperti jalan raya, kabel listrik, atau daerah bisnis dan sibuk. Hal ini dapat mengurangi keindahan hasil foto Anda. Ingatlah subyek Anda dalam foto potret adalah orang yang akan Anda foto saja dan bukan latar belakangnya.
*
Apa yang perlu diperhatikan saat foto indoor atau di dalam ruangan?

Jika Anda mengambil foto di dalam ruangan, Anda bisa mempersilahkan subyek yang Anda foto untuk duduk di kursi atau sofa yang diletakkan di depan sebuah tembok berwarna cerah atau di dekat tanaman indoor

Anda juga dapat mengatur agar latar belakang foto tersebut menggambarkan pekerjaan dan kegiatan favorit dari subyek yang Anda foto. Misalnya Anda dapat meletakkan meja atau alat jahit sebagai latar belakang.
*
Lensa apa yang cocok untuk foto potret?

Anda dapat menggunakan lensa antara 105 sampai 150 mm untuk mengambil foto potret. Jika Anda tidak dapat mengganti atau mengatur lensa kamera Anda, misalnya kamera saku (pocket camera), Anda dapat mengatur jarak antara Anda dan subyek yang difoto. Cobalah mendekati atau menjauh dari subyek hingga Anda mendapatkan posisi foto yang paling tepat.
*
Bagaimana komposisi foto yang tepat?

Anda dapat menyisakan sedikit jarak dari subyek yang Anda foto ke sisi foto tersebut. Jarak ini berguna jika Anda akan membuat bingkai untuk foto tersebut sehingga tidak akan memotong bagian tubuh subyek yang Anda foto.

Lalu posisikan wajah atau mata dari subyek foto Anda pada area kira-kira sepertiga bagian atas atau samping atau bawah foto Anda. Dalam ilmu fotografi, teknik ini dikenal dengan nama rule of thirds. Anda juga dapat menjadikan mata dari subyek foto di bagian tengah foto Anda.
*
Bagaimana dengan posisi dan sikap dari subyek foto?

Pastikan subyek yang Anda foto dalam posisi rileks, baik saat berdiri, duduk, atau berbaring. Jika wajahnya terlalu bulat, mintalah subyek foto Anda untuk sedikit memutar kepala atau badannya sehingga hanya sebagian dari wajahnya terkena pencahayaan. Hal ini akan membuat wajahnya lebih ramping.

Perhatikan posisi tubuh yang lain, seperti tangan dan kaki. Pastikan posisi tubuh dalam posisi alami atau natural. Cobalah agar subyek yang Anda foto memegang sesuatu atau melakukan pose yang alamiah. Jangan biarkan kedua tangan lurus ke bawah di samping tubuh. Hal ini sering dilakukan fotografer pemula namun akan membuat subyek terlihat kaku dalam foto.
*
Bagaimana cara mengambil gambar subyek pasangan?

Mintalah mereka untuk sedikit memiringkan kepala satu sama lain. Hal ini untuk menghindari kepala mereka sama tinggi. Cobalah menempatkan tinggi hidung salah satu orang pada ketinggian mata orang lainnya.
*
Bagaimana dengan pencahayaan?

Jika Anda mengambil foto di luar ruangan (outdoor), saat terbaik adalah pada sore hari, karena udara lebih tenang dan warna cahaya terlihat lebih hangat. Hindari cahaya matahari terlalu terik sehingga membuat mata dari subyek foto Anda menjadi sipit karena terlalu silau.

Jika matahari terlalu terik, posisikan agar matahari menyinari dari belakang subyek foto Anda. Memang hal ini akan menyebabkan wajahnya menjadi gelap karena menjadi bayangan matahari yang menyinari dari belakang. Anda dapat menggunakan flash atau blitz atau lampu kilat untuk menerangi daerah yang menjadi bayangan matahari. Anda juga dapat menggunakan reflector atau yang paling mudah menggunakan white board untuk memantulkan cahaya matahari ke bagian yang menjadi bayangan matahari.

Jika mengambil gambar di dalam ruangan (indoor), gunakan blitz untuk pencahayaan. Anda juga dapat mengambil gambar di dekat jendela yang memiliki pencahayaan lebih terang. Lakukan ini di daerah yang memiliki tembok berwarna putih atau terang, karena akan memantulkan cahaya dari blitz kamera Anda sehingga lebih memperkuat pencahayaan.

Sekarang Anda sudah siap untuk mengambil foto sahabat, anggota keluarga atau pasangan Anda dengan hasil yang lebih baik bahkan bisa menyamai hasil dari fotografer profesional. Selamat memotret!

Posted under by | NO COMMENTS